Sepeda Gaek

Budi Sibuea : Keliling Kota Yang Penting PD

17 Desember 2008 · & Komentar

“Segar rasanya fikiran ini bila telah mengelus setiap jengkal sepeda ontel, letih yang menghinggapi sepanjang hari langsung lenyap seketika,”ujar Budi Sibuea. Sebagai penggemar onthel beliau menyempatkan minimal sekali seminggu mengendari ontel berkeliling Kota Sibolga. Selepas melakukan aktifitas rutin pria yang dalam kesehariannya mengenakan kaca mata minus, pangkas rambut pendek ditambah laptop yang setia mendampingi dalam kesehariaannya, beliau berkutat dengan dunia jurnalistik di Bagian Humasy Pemko Sibolga dan juga sebagai penanggungjawab kelangsungan kelancaran koneksi jaringan internet di Pemko Sibolga.Sore hari adalah waktu yang paling pas menurut beliau berkeliling Kota Sibolga mengeluarkan keringat dengan sepeda ontel. Dengan kelompok kecil dari anggota SGBC yang lain Budi Sibuea berkeliling kota, namun tak jarang juga seorang sendiri tanpa ditemani oleh rekan yang lain. “Yang penting PD (percaya diri),” katanya mengungkapkan ekspresi percaya diri berontel ria seorang diri.

“Untuk mendapatkan sepeda tua yang dimiliki sekarang ini bukan pekerjaan mudah,” katanya. Sepeda yang pertama dimilikinya didapat dengan merayu seorang bapak yang melintas di depan rumahnya yang lagi mengendarai sepeda ontel. Dengan percaya diri beliau menyapa dan menghampiri bapak pemilik ontel yang lewat.

“Pak, sepedanya Bagus ya,” kata Budi Sibuea

“Dapat dari mana pak sepeda unto ini ?” (selanjutnya bla….bla….bla…..)

Disapa dengan ramah, bapak pemilik ontel dengan senang hati menyapa salam yang diucakan oleh Budi Sibuea. Setelah mempersilahkan untuk duduk diteras rumah, dengan jurus merayu Budi Sibuea mempersilahkan sang bapak menikmati teh manis yang telah dihidangkan oleh istri tercinta. Mereka kemudian telibat dalam pembicaraan serius dengan sang bapak pemilik ontel, Budi merayu agar sepeda tersebut dapat berpindah tangan kepadanya. Melihat kegigihan dan kesungguhan Budi untuk merawat dan melestarikan sepeda ontel, akhirnya sang Bapak sepakat asal diberi konpensasi yang sesuai, tuk sekedar pembeli sepeda bekas pengganti sepeda ontel hanya sekitar Rp 200.000,- saja. Ini adalah cerita pertama mendapat sepeda ontel dari Budi Sibuea, kendati merk dan asal usul dari sepeda yang ditawar tidak jelas keberadaannya. Yang penting dapat sepeda ontel dulu tekadnya tanpa mempersoalkan merk dari sepeda yang dikoleksi.

Berbekal dari pengalaman berburu sepeda ontel pertama, kemudian Budi membaca refrensi disana-sini akhinya beliau jatuh cinta kepada sepeda ontel merk Gazele. Sepeda idaman ini didapatkan setelah berburu ke Kota Medan dengan menghubungi salah seorang kolektor sepeda tua di Tanah Deli di Sumatera Utara, namun sepeda ini tidak bertahan lama dimilikinya. Gazele koleksi pertama akhirnya lepas ke tangan rekan sesama penggemar ontel di Kota Sibolga.

Setelah beberapa lama tidak memiliki sepeda ontel karena telah dilepas kepada rekan ontelis yang lain, akhirnya beliau melanjutkan pencarian Gazele selanjutnya. Rupanya untuk mendapatkan merk yang diidamkan bukan perkara mudah dan gampang. Namun karena didorong oleh tekad dan semangat yang bulat akhirnya dalam tempo 2,5 bulan pengganti sepeda idaman dapat diperoleh kembali. “Puas rasanya sekarang,dapat sepeda Gazele, dan sepeda ini tidak akan dilepas lagi, cape deh kalo berburu terus ” katanya dengan nada bercanda sambil menyeka keringat setelah berkeliling Kota Sibolga mengendari sepeda unto kesayangan.(teropongkaca.com)

Kategori: Uncategorized

7 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar