Keduanya sama-sama memiliki persamaan yang mendasar pada fungsi dan kegunaannya. Keduannya sama-sama memiliki ban, sadel, garpu, pedal, juga bel yang berbunyi kring…kring..kring…… dan juga beberapa aksesoris yang sama. Fungsi yang mendasar becak dan sepeda berguna sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan dan murah meriah.
Namun ada perbedaan yang mencolok antara becak dan sepeda ontel, bila kita naik beca maka kita harus mengeluarkan biaya kepada tukang beca sebagai pengganti jasa atas tenaga yang telah dikeluarkannya. Sedangkan bila kita mengayuh sepeda untuk berpergian tentunya tidak ada pengganti biaya kecuali kita naik ojek sepeda.
Tinggal pilih yang mana dari kedua kenderaan yang ramah lingkungan ini, naik sepeda atau naik becak. Tapi apakah naik beca masih layak dipertahankan dan juga apakah menaiki becak tidak melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).








7 tanggapan so far ↓
Urang Dusun // 17 Juni 2009 pada 12:57 pm |
yang jelas ” Spare Part Onthel dan Becak bisa di peroleh dengan klik ” d
http://www.klithikanonthel.wordpress.com
syahganda nainggolan // 9 Agustus 2009 pada 10:36 pm |
Alhamdulillah jika di Sibolga orang gemar bersepeda, terutama jika dipakai sebagai alat produksi. Dulu saya bersepeda di Rotterdam selama 1,5 thn.
Naik sepeda di sana sebagai alat transportasi utama, meski pendapatan perkapita mereka lebih dari US $40ribu. Jalan disana tdk bergelombang (tdk naik turun), mungkin di Sibolga jalan mendaki atau turunan dapat jadi hambatan. Wassalam
zul azmi sibuea // 12 Agustus 2009 pada 8:44 am |
“dulu, saya naik sepeda di rotterdam ” kata syahganda nainggolan – saya yakin seyakin-yakinnya sekarangpun banyak orang naik sepeda untuk sekedar rekreasi dan berangkat/pulang ke/dari tempat kerja di rotterdam, atau diberbagai kota di belanda, jerman, swiss, austria, mengapa ???????.
karena memang lebih nyaman naik sepeda dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. dinegeri-negeri ini, hidup menjadi sangat mudah dan sederhana karena tersedia prasarana transportasi publik baik untuk jarak dekat (dalam kota) maupun untuk jarak jauh (antar kota) dengan harga terjangkau sesuai dengan pendapatan rata-rata penduduk.
sehingga, bila transportasi umum tersedia dengan harga terjangkau, adalah pemborosan untuk memiliki kenderaan bermesin seperti mobil atau sepeda motor, sepeda motor tidak nyaman dikendarai karena negeri empat musim – tidak diperlukan lagi, karena kenderaan umum tersedia.
bagi masyarakat negeri ini transportasi adalah transportasi, tidak dikaitkan dengan gengsi atau harga diri bagi pemiliknya, sehingga pertimbangan untuk memiliki alat transportasi sendiri menjadi sangat rasional, hanya akan dimiliki kalau memang sangat perlu.
namun, sekalipun alat transport umum tersedia, tetap saja terasa kurang memadai apabila kita harus menyesuaikan diri dengan jadwal yang ketat, orang menjadi seperti sangat dipaksa oleh penjadwalan , kehidupan menjadi seperti jarum jam berjalan – mungkin dengan mengendarai sepeda lebih terasa bahwa ruang dan waktu adalah milik kita , ruang dan waktu adalah sesuatu yang mestinya kita nikmati, sesuatu yang berada dalam kendali kita – dengan mengendarai sepeda saya lebih bisa merasakan kenikmatan ruang dan waktu – itu sebabnya , dari rumah saya di ostliche vorstadt bremen saya mengendarai sepeda ke stasiun pusat kota innenstadt, kemudian dari sana naik trem ke telekom institut di lilienthal kira-kira 25 menit .
disisi jalan besar maupun jalan kecil memang direncanakan sejak awal adanya rute untuk sepeda dan pejalan kaki, rute sepeda dan pejalan kaki tidak harus mengikuti rute jalan mobil, genjot sepeda dan jalan kaki disamakan dengan mesin mobil, capek deh……., jadi pejalan kaki dan sepeda dibuatkan jalan memotong saja, agar mereka dimudahkan.
mungkin perencana kota, menanyakan pada pejalan kaki atau pengendara sepeda itu, mana jalan tersingkat dan yang terbaik buat mereka.
wallahu a’lam bissawab
zul azmi sibuea
onthel rabuk yuswo // 22 Agustus 2009 pada 7:12 pm |
Selamat Datang Bulan suci & agung, dengan segala kerendahan hati kami memohon maaf apabila ada kesalahan semoga puasa Kita semua membawa rakmat & berkat dunia & akhirat
“Keluarga Paguyuban Onthel Rabuk Yuswo Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa”
DeFOC-0926 // 16 Oktober 2009 pada 5:27 pm |
Selamat Sore
Kunjungan perdana ni gan, semoga tetap terjalin peronthelan Indonesia, saling berbagi demi sebuah reputasi, sukses ya sepedagaek
Salam DeFOC-0926
masmet OK // 19 Oktober 2009 pada 1:37 pm |
Soegeng Siang
Semoga sepeda tetap bisa lestari di bumi nusantara, dan lestari tetap bisa bersepeda lagi.
Salam dari:
OnthelKlaten.
op02_KOTA Daeng // 29 Oktober 2009 pada 12:22 pm |
Onthel & becak memang Assoy…geboy….bro (“,)