Sepeda Gaek

Entries categorized as ‘Uncategorized’

Becak dan Sepeda Transportasi Ramah Lingkungan

15 Juni 2009 · & Komentar

 

 

 

 

 

 

 

Keduanya sama-sama memiliki persamaan yang mendasar pada fungsi dan kegunaannya. Keduannya sama-sama memiliki ban, sadel, garpu, pedal, juga bel yang berbunyi kring…kring..kring…… dan juga beberapa aksesoris yang sama. Fungsi yang mendasar becak dan sepeda berguna sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan dan murah meriah.

Namun ada perbedaan yang mencolok antara becak dan sepeda ontel, bila kita naik beca maka kita harus mengeluarkan biaya kepada tukang beca sebagai pengganti jasa atas tenaga yang telah dikeluarkannya. Sedangkan bila kita mengayuh sepeda untuk berpergian tentunya tidak ada pengganti biaya kecuali kita naik ojek sepeda.

Tinggal pilih yang mana dari kedua kenderaan yang ramah lingkungan ini, naik sepeda atau naik becak. Tapi apakah naik beca masih layak dipertahankan dan juga apakah menaiki becak tidak melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Kategori: Uncategorized

Julianus Punya Ontel

15 Januari 2009 · & Komentar

Julianus Hutagalung

Kalau sepeda ontel di simpan di dalam garasi rumah itu sudah biasa, kalau sepeda di simpan di gudang juga hal yang lumrah. Bagaimana kalau sepeda di simpan di kantor. Nah… ini baru namanya luar biasa. Sepeda ontel terletak di antara komputer dan berkas-berkas yang menumpuk di meja kerja. Kring… kring… kring….

Ada-ada saja memang gaya dan tingkah pecinta ontel bila sudah ketemu dengan sepeda kesayangannya. Pecinta ontel yang ditampilkan sekarang ini adalah Julianus Hutagalung. Beliau kerap keliling Kota Sibolga di sekitar daerah Sibolga Julu sekitarnya hingga ke Lapangan Simare Mare di pagi hari menghirup udara segar sambil mengendarai sepeda tua kesayangannya. Sangat sering dia bertemu di pagi hari dengan anak-anak remaja yang masih duduk di bangku SMU sambil bersorak memanggil beliau hanya untuk sekedar melambaikan tangan karena mereka merasa unik dengan sepeda yang dikendarai oleh Julianus. Kring..kring…kring….

Kategori: Uncategorized

Nyantai Ah…

15 Januari 2009 · & Komentar

sgbc-sibolga-109

Sufril, Joshua dkk

Bangun subuh hari trus genjot sepeda ke kawasan Stadion Horas Sibolga adalah aktifitas rutin yang kerap dilakukan oleh anggota SGBC Sibolga. Kegiatan ini adalah merupakan yang paling ditunggu-tunggu oleh para anggota setiap minggunya. Setelah terkumpul  anggota selanjutnya dilakukan touring keliling kota hingga sampai ke daerah Sungai Sipan Sihaporas.
Letih yang menyergap akan hilang dengan perlahan pada saat istrahat dipondok sambil menikmati pemandangan dan suara air sungai yang mengalir. Sesekali mata melirik ke sepeda ontel kesayangan. Nikmat betul rasaya plus ditemani teh manis hangat. Disinilah letak kenikmatan menggenjot sepeda ontel.

Kategori: Uncategorized

Budi Sibuea : Keliling Kota Yang Penting PD

17 Desember 2008 · & Komentar

“Segar rasanya fikiran ini bila telah mengelus setiap jengkal sepeda ontel, letih yang menghinggapi sepanjang hari langsung lenyap seketika,”ujar Budi Sibuea. Sebagai penggemar onthel beliau menyempatkan minimal sekali seminggu mengendari ontel berkeliling Kota Sibolga. Selepas melakukan aktifitas rutin pria yang dalam kesehariannya mengenakan kaca mata minus, pangkas rambut pendek ditambah laptop yang setia mendampingi dalam kesehariaannya, beliau berkutat dengan dunia jurnalistik di Bagian Humasy Pemko Sibolga dan juga sebagai penanggungjawab kelangsungan kelancaran koneksi jaringan internet di Pemko Sibolga.Sore hari adalah waktu yang paling pas menurut beliau berkeliling Kota Sibolga mengeluarkan keringat dengan sepeda ontel. Dengan kelompok kecil dari anggota SGBC yang lain Budi Sibuea berkeliling kota, namun tak jarang juga seorang sendiri tanpa ditemani oleh rekan yang lain. “Yang penting PD (percaya diri),” katanya mengungkapkan ekspresi percaya diri berontel ria seorang diri.

“Untuk mendapatkan sepeda tua yang dimiliki sekarang ini bukan pekerjaan mudah,” katanya. Sepeda yang pertama dimilikinya didapat dengan merayu seorang bapak yang melintas di depan rumahnya yang lagi mengendarai sepeda ontel. Dengan percaya diri beliau menyapa dan menghampiri bapak pemilik ontel yang lewat.

(lagi…)

Kategori: Uncategorized

Jumping Onthel

9 Desember 2008 · & Komentar

“Angkek Mamak…..”

Ini dia aksi paling berbahaya dan menantang bagi penggemar sepeda ontel. Kalau sepeda motor jumping sudah bisa, sepeda BMX jumping juga lumarah tapi kalau sepeda unto jumping baru luar biasa. Sepeda dikayuh dengan kecepatan rata-rata, dengan sedikit mengeluarkan tenaga yang bertumpu di setang, ban muka di angkat ke atas sambil sepeda dikayuh dan berjalan hanya menggunakan ban belakang saja.

Abdy Chussi Pasaribu adalah lelaki penggemar ontel dari Kota Sibolga yang melakukan aksi ekstrim ini. Momen ini diabadikan di Lapangan Stadion Horas Sibolga pada saat acara pengukuhan pengurus SGBC beberapa saat yang lalu. Namun atraksi ini bukan merupakan atraksi resmi yang dilakukan tapi hanya improvisasi dilapangan oleh Pak Camat Sibolga Kota ini.

Disarankan atraksi ini tidak dicontoh dan ditiru apabila tidak telatih, karena dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang disekitarnya. Hentakan pada garpu juga bisa berakibat fatal bagi ban dan jari-jari sepeda.

“Angkek Mamak………”

Kategori: Uncategorized

Gengsi Sebuah Sepeda Tua

15 Oktober 2008 · & Komentar

 

Kemunculan “SIBOLGA GAECK BICYCLE CLUB (SGBC )” di Kota Sibolga telah menaikkan pamor dan keberadaan sepeda tua sebagai sesuatu yang bernilai baik secara material maupun art. Ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya orang berlomba-lomba untuk memperoleh sepeda tua hingga ke pelosok-pelosok negeri sampai ke huta-huta di Sorkam, Barus, Manduamas, Sibabangun sampai ada yang mesti mengimport dari luar (Antar Kota Antar Propinsi / AKAP). Fenomena ini senantiasa diikuti dengan hukum ekonomi dimana ketika “Permintaan meningkat sedangkan persediaan barang terbatas, maka jadilah harga seonggok besi tua tersebut menjadi selangit”, padahal selama ini hanya di hargai perkiloan aja. Mencari sepeda tua bukan merupakan pekerjaan yang mudah, namun akan dapat memberikan pengalaman dan akan membangkitkan jiwa petualangan. Pada masyarakat awam banyak yang mempertanyakan sebenarnya apa sih makna sepeda tua? Apakah hanya sebatas prestise, ikut-ikutan ataukah hobby. Melalui tulisan ini, saya akan mencoba mengupas sedikit apa itu `GENGSI DARI SEBUAH SEPEDA TUA”.

  1. TAHUN PEMBUATAN; Gengsi pertama yang dimiliki oleh sepeda tua yaitu tahun pembuatan. Ini penting karena berhubungan dengan umur sepeda, dan biasanya semakin berumur sebuah sepeda maka akan mencuri perhatian dan semakin menjadi primadona diantara sepeda-sepeda lainnya.
  2. MERK; Gengsi kedua yang dimiliki oleh sepeda tua yaitu merk sepeda itu sendiri. Merk sepeda buatan Eropa atau Amerika biasanya memiliki nilai lebih daripada merk sepeda buatan Asia atau produk lokal.
  3. ORIGINALITAS; Gengsi ketiga yaitu faktor keaslian atau originalitas. Semakin original sebuah sepeda tua maka akan semakin menaikkan gengsinya dibandingkan dengan sepeda yang sudah banyak mengalami modifikasi. Biasanya faktor originalitas ini akan menaikkan harga sebuah sepeda di pasar para penggemar sepeda.
  4. HISTORIS; Gengsi keempat yaitu sejarah dari sebuah sepeda. Sepeda yang pernah dimiliki oleh para tokoh pendiri bangsa memiliki gengsi tertinggi karena memiliki andil besar bagi perjuangan bangsa ini. Selain itu sepeda yang merupakan warisan keluarga secara turun- temurun merupakan kebanggaan tersendiri bagi si pemakai.
  5. KOLEKSI; Gengsi kelima yaitu koleksi yang dimiliki. Semakin banyak koleksi sepeda tua yang dimiliki akan semakin menaikkan gengsi si empu nya sepeda.
  6. MAINTENANCE; Gengsi keenam yaitu maintenance/perawatan. Sepeda tua yang dimiliki hendaknya terawat, bebas dari debu dan lumpur apalagi sampai ada karatan bisa-bisa bikin infeksi dan tetanus. Ini jika terjadi betul-betul akan menjatuhkan wibawa dan martabat si empunya sepeda.

Khusus kriteria “HARGA”, penulis tidak memasukkan sebagai salah satu gengsi karena untuk harga sifatnya relatif, selain itu pemikiran bahwa “Seni itu Tidak dapat Dinilai dengan Hanya Sekantong Uang, namun dinilai melalui sebuah penghargaan atas nilai karya seni tersebut”, mejadi konsep dasar pemikiran penulis.

Demikian beberapa penggalan pikiran yang dapat dijadikan referensi bagi para pemiliki sepeda tua khususnya buat para pemula yang baru berkenalan dan bergabung dengan SGBC.

Wassalam

Kategori: Uncategorized