Kemunculan “SIBOLGA GAECK BICYCLE CLUB (SGBC )” di Kota Sibolga telah menaikkan pamor dan keberadaan sepeda tua sebagai sesuatu yang bernilai baik secara material maupun art. Ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya orang berlomba-lomba untuk memperoleh sepeda tua hingga ke pelosok-pelosok negeri sampai ke huta-huta di Sorkam, Barus, Manduamas, Sibabangun sampai ada yang mesti mengimport dari luar (Antar Kota Antar Propinsi / AKAP). Fenomena ini senantiasa diikuti dengan hukum ekonomi dimana ketika “Permintaan meningkat sedangkan persediaan barang terbatas, maka jadilah harga seonggok besi tua tersebut menjadi selangit”, padahal selama ini hanya di hargai perkiloan aja. Mencari sepeda tua bukan merupakan pekerjaan yang mudah, namun akan dapat memberikan pengalaman dan akan membangkitkan jiwa petualangan. Pada masyarakat awam banyak yang mempertanyakan sebenarnya apa sih makna sepeda tua? Apakah hanya sebatas prestise, ikut-ikutan ataukah hobby. Melalui tulisan ini, saya akan mencoba mengupas sedikit apa itu `GENGSI DARI SEBUAH SEPEDA TUA”.
-
TAHUN PEMBUATAN; Gengsi pertama yang dimiliki oleh sepeda tua yaitu tahun pembuatan. Ini penting karena berhubungan dengan umur sepeda, dan biasanya semakin berumur sebuah sepeda maka akan mencuri perhatian dan semakin menjadi primadona diantara sepeda-sepeda lainnya.
-
MERK; Gengsi kedua yang dimiliki oleh sepeda tua yaitu merk sepeda itu sendiri. Merk sepeda buatan Eropa atau Amerika biasanya memiliki nilai lebih daripada merk sepeda buatan Asia atau produk lokal.
-
ORIGINALITAS; Gengsi ketiga yaitu faktor keaslian atau originalitas. Semakin original sebuah sepeda tua maka akan semakin menaikkan gengsinya dibandingkan dengan sepeda yang sudah banyak mengalami modifikasi. Biasanya faktor originalitas ini akan menaikkan harga sebuah sepeda di pasar para penggemar sepeda.
-
HISTORIS; Gengsi keempat yaitu sejarah dari sebuah sepeda. Sepeda yang pernah dimiliki oleh para tokoh pendiri bangsa memiliki gengsi tertinggi karena memiliki andil besar bagi perjuangan bangsa ini. Selain itu sepeda yang merupakan warisan keluarga secara turun- temurun merupakan kebanggaan tersendiri bagi si pemakai.
-
KOLEKSI; Gengsi kelima yaitu koleksi yang dimiliki. Semakin banyak koleksi sepeda tua yang dimiliki akan semakin menaikkan gengsi si empu nya sepeda.
-
MAINTENANCE; Gengsi keenam yaitu maintenance/perawatan. Sepeda tua yang dimiliki hendaknya terawat, bebas dari debu dan lumpur apalagi sampai ada karatan bisa-bisa bikin infeksi dan tetanus. Ini jika terjadi betul-betul akan menjatuhkan wibawa dan martabat si empunya sepeda.
Khusus kriteria “HARGA”, penulis tidak memasukkan sebagai salah satu gengsi karena untuk harga sifatnya relatif, selain itu pemikiran bahwa “Seni itu Tidak dapat Dinilai dengan Hanya Sekantong Uang, namun dinilai melalui sebuah penghargaan atas nilai karya seni tersebut”, mejadi konsep dasar pemikiran penulis.
Demikian beberapa penggalan pikiran yang dapat dijadikan referensi bagi para pemiliki sepeda tua khususnya buat para pemula yang baru berkenalan dan bergabung dengan SGBC.
Wassalam







Sebagai kepedulian kepada masyarakat kurang mampu dalam rangka menyambut bulan suci Ramadahan kelompok pecinta tua di Kota Sibolga yang tergabung dalam SGBC mengadakan kegiatan Pasar Murah pada minggu (30-08-2008) bertempat di di Pelataran Parkir Stadion Horas Jl. Diponegoro Sibolga. Seluruh anggota Sepeda Gaeck Bicycle Club terlihat bahu membahu bekerja untuk menyukseskan acara yang digelar. Setiap masyarakat yang datang langsung dilayani dengan ramah oleh petugas pasar murah ini. Diantara panitia yang bertugas terlihat juga para “srikandi ontel” yang bertugas mencatat di buku register, menerima uang dan juga memeriksa setiap kupon yang datang. Para wanita srikandi ontel ini adalah Nurhayati (Atik), Irwani (Ita), Vaulina, Nurmida, Sri Rahmadhani, Oni, dan Kurnia Afriani (Nia).
Komunitas penggemar sepeda tua Sibolga Gaeck Bicycle Club (SGBC) Bersama ribuan masyarakat Kota Sibolga mengikuti Pawai Ta’aruf menyambut bulan suci Ramadhan Kamis (28-08-2008). Rombongan mengambil titik start dari Jalan Dame Kelurahan Aek Habil, Sibolga tepatnya di Komplek Perguruan Muhammadiyah. Suasana religius ontelis terpancar dari busana yang dikenakan oleh anggota SGBC. Kebanyakan anggota SGBC memakai pakaian koko yang dipadu dengan topi lobe ataupun peci berwana hitam mengelilingi Kota Sibolga. 

Setelah mengikuti kegiatan Karnaval Sepeda Tua pada HUT RI Ke-63 lalu, hari ini Sabtu (23/08/2008) sebanyak 43 orang anggota SGBC kembali mengikuti Gerakan Penanaman Pohon Penghijauan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Sibolga yang dicanangkan oleh seluruh Pemerintah Kota Seindonesia bertempat di Bukit Pancuran Gerobak (Aido) di Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota. Kegiatan penghijauan ini dibuka oleh Wakil Walikota Sibolga H.Afifi Lubis.SH yang dihadiri oleh unsur Muspida Plus, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah berserta staf, Pimpinan BUMN/BUMD, Ketua Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan dan GOW, Camat, Kepala Kelurahan Sekota Sibolga, berbagai kalangan masyarakat dan juga para anggota SGBC (Sibolga Gaeck Bicycle Club) sebagai komunitas pecinta sepeda tua di Kota Sibolga.
Kegiatan peringatan HUT RI Ke-63 di Kota Sibolga di di pusatkan di Lapangan Simaremare Sibolga.






